Share of my interest…

Cerita-cerita ringan untuk untuk kita semua…

Tiger2000

Spesifikasi:

 

Panjang : 1990 mm

Lebar : 740 mm

Tinggi : 1035 mm

Jarak sumbu roda : 1330 mm

Jarak rendah ketanah : 145 mm

Berat kosong : 125 Kg

Tipe rangka : Rangka pipa pola berlian

Tipe suspensi depan : Garpu teleskopik

Tipe suspensi belakang : Lengan ayun, peredam kejut “Heavy Duty” dapat disetel pada lima posisi

Ukuran ban depan : 2.75-18 42 P

Ukuran ban belakang : 100/90-18 56 P

Rem depan : Rem cakram hidraulis, kaliper dengan piston ganda

Cairan rem : Caltex break fluid

Rem belakang : Rem teromol, digerakkan tangkai

Kapasitas tangki bahan bakar : 13 liter (cadangan 4,3 liter)

Jenis mesin : 4 langkah, SOHC, pendingin udara

Susunan silinder : Silinder tunggal, sudut kemiringa 15° dari vertikal

Diameter x langkah : 63,5 x 62,2

Volume langkah : 196,9 cm³

Perbandingan kompresi : 9,0:1

Daya maksimum : 17,8 ps / 8500 rpm ( 13,1 kW/ 8500 menit^(-1) )

Torsi maksimum : 1,6 kg.m / 7000 rpm ( 16,5 N.m/ 7000 menit^(-1) )

Penyetelan rantai mesin : otomatis penuh dengan pegas volut

Kapasitas minyak pelumas : 1,2 liter pada pembongkaran mesin

1,0 liter pada penggantian periodik

Minyak pelumas mesin : Federal Oil Superior Formulation

Kopeling : Basah, pelat majemuk

Transmisi : 6 kecepatan, bertautan tetap

Pola pengeropasian gigi : 1-N-2-3-4-5-6, digerakkan kaki kiri

Sistem pengapian : CDI, jenis AC

Alternator : 0,13 Kw/ 5000 menit ^(-1)

(12V – 9A)

Kapasitas baterai : 12V – 7Ah

Busi

-Standar : ND X24 EP-U9, NGK DP8EA-9

-Kecepatan rendah (busi panas) : ND X22 EP-U9, NGK DP7EA-9

Sistem starter : Pedal kick starter dan starter listrik

Motor starter listrik : 0,7 kW

 

Sumber: Buku Pedoman Pemilik Tiger2000

 

Kelebihan:

– Torsinya besar banget, enak untuk harian di Semarang. Gak ngos-ngosan bwt tanjakan

– Nyaman.. Gak bikin cepat pantat panas, 1 jam baru kerasa.. Kalo enjoy ridingnya gak kerasa kali ya?? (mis: keluar kota, mudik)

 

Kekurangan:

– Gak bisa fast corner, tapi stabil kok.. (yah… Bukan motor balap sodara2, ini small bike buat daily use atau touring…)

– Udah kuno?? Yah, udah sampai ganti Tiger Revo sih… Cuek ah… Emang naik motor harus selalu keren (dimata orang lain)??

 

Masalah-masalah selama 3,5 tahun:

 

– Dari bak kopling ada suara ‘kletek-kletek-kletk’ kalau kopling ditekan.

– Sudah 2 kali overheat. Kalau hampir overheat ditambah tanjakan atau akselerasi mendadak ada suara ‘tek-tek-tek’ dari silinder mesin.

– Ban depan yang godek, setelah kemaren dicek sih ternyata udah peyang dikit.

– Jok yang mulai “kempes”. Temen gw sampe ngomong gini “joknya kamu tipisin ya mas??”

– Lampu reting sebelah kiri belakang yang mengelupas, serta plastiknya yang pecah.

– Tangki yang “dekok”.

– Cat ditangki dan dibodi yang lecet.

– Bodi dan lampu belakang tidak simetris dengan roda belakang.

– Getaran yang berlebih, tapi lama2 biasa juga sih.

– Grip gas yang sangat kendur.

– Kabel kopling yang nabrak slebor depan kalau mengerem keras (kalo ngerem keras, rem belakang gak main banyak…), sampai2 ada “kawah” di slebor depan gara2 kabel kopling…

 

Beberapa keuntungan dari Tiger gw:

– Biasanya produksi tahun 2003 mengalami kebocoran tangki, tapi tiger gw tidak mengalaminya sama sekali.

– Pacar gw jarang protes kalau naik ini… Kalau naik CBR ada protesnya kalau jalan agak jauh…

 

Part2 yang sudah pernah diganti:

– Kabel kopling (2x)

– Kabel gas (1x)

– Kabel choke (1x)

– Kampas rem belakang (1x)

– Kampas rem depan (1x)

– Ban luar depan (1x)

– Ban dalam belakang (1x)

– Ban luar belakang (1x)

 

Tempat servis: Motor Cahaya Baru, AHASS 1936, Jl. Tentara Pelajar No. 74, Telpon (024) 8316148-49, (Mrican) Semarang. (Tapi akhir bulan Agustus ini mau pindah…)

 

Honda Tiger2000 2003 ( 2003 akhir… Banget…)

H 6238 NG

 

Well, kalo ni motor mau diceritain satu2 bakal panjang banget deh. Soalnya ni motor kenangan gw selama hidup di SMA 5 Semarang (sejak kelas satu akhir), masih berlanjut sampai kuliah sekarang. Walaupun gak ada cerita yang sangat dramatis-romantis-artis-sinis-sadis etc dah. Tapi ini sesuatu yang membuka wawasan gw terhadap dunia motor.. Semuanya bermula dari Tiger ini.. Yah walaupun banyak fisik yang tidak sempurna dari ni motor, contoh: buntut belakang tidak simetris terhadap roda belakang, lampu yang miring kira2 10°, lampu reting kiri belakang yang mengelupas cat-nya dan pecah plastiknya, dll lagi setelah 3,5 tahun bersama.

 

Masalah mesin sih, untuk riding harian di Semarang semacam sekolah, kuliah, atau jalan2 pasti ½ perjalanan turunan atau tanjakan.. Dan torsi Tiger sangatlah cukup untuk mengakomodir keadaan jalan semarang tanpa harus bejek gas macam CBR 150 R kalau mau melibas tanjakan. Dulu sih pernah diganti dengan knalpot “gede”, terus akhirnya kembali Standar (waktu udah inden CBR). Yah, at least itu ngajarin gw kalo knalpot macam gitu gak nyumbang apapun (kecuali gaya, tapi cewek2 banyak yang gak suka lo.. Ribut nya itu lo… Kalo saran gw sih, kalo gak korek mesin mending pakek cover knalpot ketimbang pakai knalpot aftermarket..). Karena pas kembali knalpot standar kerasa banget RPM atas lebih jalan, suaranya juga lebih mantap knalpot standar. Loh.. Kok jadi bahas knalpot?? Untuk reliability-nya sangatlah hebat… Walaupun ada komponen2 yang memang bermasalah, tetap bisa jalan normal… Kecuali kalau kabel2 macam kabel gas atau kabel chuck sih, jelas gak bisa jalan…

 

Masalah stabilitas-pun masih mantap, walaupun akhir2 ini kalau lepas stang pasti “godek”. Tapi walaupun begitu gw pernah nyoba lepas stang total di turunan Gombel (kira-kira 1,5 kilometer dengan tikungan tidak terlalu tajam) dari atas sampai bawah (ya iyalah, masak turunan dari bawah keatas??).. Hmmm… No problem at all…

 

Ejekan yang masih gw inget bener sih…

Temen gw : “Ihhh (dia agak bencesss (banci) emang..), spionnya ijik Dungo (masih berdo’a), dilepas satu kek…

Gw : (bingung mo jawab apa… La wong gw suka kayak gini… Apalagi gw lebih suka yang safe en gak belang2)

Gw : *(jawab dengan seenak udel)* “gak boleh dilepas sama orang tua….”

Temen gw : (dalem atinya… Ni orang anak mami bener!!!)

 

Wekekeke… Gak tau deh, Me don’t know en Me don’t care…

 

15-16 Agustus 2007

 

Well, 2 hari ini motor gw gak ada dirumah… Lagi diopname di AHASS… Sebetulnya gw sudah meminta mengerjakan “masalah-masalah” diatas, tapi baru sebagian.. Yang ilang kayak:

  • Suara dari bak kopling.

  • Jok yang tipis. (ditebelin lagi)

  • Lampu reting (diganti)

  • Yang masalah mesin kedua (yang “tek-tek-tek”) belum gw cek…

 

BTW, ada cerita pas diAHASS, mending baca http://kafemotor.wordpress.com/2007/08/16/inikah-kejutan-ahm-yang-sebenarnya-tertunda/ . Gw tulis lengkap…

 

Agustus 18, 2007 - Posted by | Tak Berkategori

5 Komentar »

  1. Wah kok gada yg koment bro? Gw jd naik podium deh.. Iya biar jadul tapi “joko loro” ya tiger nya?

    Komentar oleh rifanz | Agustus 25, 2007

  2. he?? joko loro itu artinya apa to??

    Komentar oleh wyren | Agustus 27, 2007

  3. Joko loro tu artinya ya sesuatu yg dah menemani kita saat susah ato senang, dan biasanya ga mau dijual/always dipertahankan krn punya kenangan

    Komentar oleh rifanz | Agustus 27, 2007

  4. Hahaha.. Ngerti gw.. Yah pendekatannya seperti itu deh..

    Komentar oleh wyren | Agustus 28, 2007

  5. hati2 mas,saya percaya kalo semua ahass gak sama..tapi,kejadian yg saya alami buat saya jera ksana…masalahnya,abis overhull,1 bulan kemudian melekat lagi..oli banyak,ternyata oli gak sampai d mesin bagian atas,(piston,pelatuk klep dsbg)…akhirnya bnayak yg diganti lagi………^_^. bnayak duit wa…hehhee

    Komentar oleh yugo | Maret 17, 2012


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: